Translate

Tuesday, February 13, 2018


Ya rabb inilah hijrahku

Jika kau mencariku dan mengharapkanku
Bawalah namuku dalam setiap doamu
Jangan terlalu berharap pada manusia
Berharaplah pada pencipta hamba

   Berharap pada manusia tak lain luka
   Ketika kau mulai banyak berharap bersiaplah
   Hadiah yang kau dapat hanya luka sayatan
   Bawalah namuku dalam doamu terlebih dahulu

Mohon ijinlah pada pada pemilik hati sesunguhnya
Pada-Nya pembolak balik hati hambanya
Katika kau dapatkan hati-Nya terlebih dahulu
Maka kau dapatka hatiku memalui doa sucimu

   Jika berharap pada-Nya
   Luka terdahulu akan disembuhkan
   Maha pencipta kedasyatan
   Maha mengetahui segalanya

Monday, February 12, 2018



Negaraku Indonesia Tercinta

Yamko Rambe Yamko (Papua) dan juga Alan Walker - Faded

Assalamualaykum Warahmatullahhi Wabarakatuh 

Hi everyone, 大家好!
 
Hari dan tahun yang benar-benar bersejarah tepatnya pada tanggal  09 Mei 2017  Negara dengan julukan “tirai bambu”  kampus tempat saya sekarang melanjutkan study perguruan tinggi mengadakan event yang sangat bergengsi nih, apalagi untuk anak-anak muda yaitu "YOUTH  FESTIVAL".

Disini saya dan kawan-kawan  sesama mahasiswa Indonesia yang berkuliah disini tepatnya nama kampus 无锡职院技术学院 (WUXI INSTITUTE OF TECHNOLOGY) diberi kesempatan ikut ambil bagian berpartisipasi dalam event yang diadakan oleh kampus pada setiap tahunnya.

Dan uniknya saya dan mahasiswa Indonesia lain kedatangan tamu yang ikut ambil bagian, dia mahasiswa kampus saya juga, bedanya dia berkewarganegaraan  China. Dengan banggan dan tanpa  malu sama sekali dia ikut memeriahkan acara, kami membawa lagu "Yamko Rambe Yamko" serta pengisi tarian mengambil tarian dari Papua.
Nah dia aja bangga nih... 

berbagi sama teman-teman nih, ketika kalian jauh dari kelurga di rumah, apalagi ketika posisi kalian sudah berada diluar negara Indonesia, aku dan kamu menjadi kita dalam artian kita sekarang menjadi satu yaitu dari indonesia tak perlu memusingkan dari pulau yang mana, disinilah rasa Nasionalisme kita diuji juga nih.

Perkenalkan Mereka Anggota Yinni Music :

Vokalis 1 : Audra Yolanda Thasya
Vokalis 2 : Ihda Salma Sakinah
Cajon      : Richard Sahvic Siregar    
Gitar 1    : Budi Jainal Mutaqin Karya Wibawa
Gitar 2    : Devi Virginia Sara
Gitar Bass : Ach. Sukhaemi Kurniawan
Piano      : Ahmad Regra Barkah Hutama
Dancer   : Dicky
Marakas : Markus (Mahasiswa China)

Sebuah perjalanan awal menjadi pengisi memori terdalam, bersama mereka berdiri ditempat yang sama membawa nama dan budaya Indonesia, perasaan luar biasa dapat berdiri bersama orang-orang hebat, berkolaborasi dan mengekspresikan diri serta jati diri negara Indonesia.

Bahwa Indonesia adalah negara yang kaya budaya tidak hanya kekayaan alam, sopan santun penduduk yang terkenal murah senyum mencerminkan negaraku. Aku bangga menjadi bagian Indonesia, Negaraku Indonesia dari seberang aku sapa dengan rindu yang dalam.



Sempat ada tentang kita

Ada yang datang hanya untuk menyapa, kemudian berlalu pergi tanpa kalimat pamit sedikitpun, entahlah pergi untuk sementara atau selama-lamanya. Tentang dua insan pernah saling menyapa dipertemukan oleh takdir, kemudia berkisah dalam tak kepastian dimana salah satunya pergi meninggalkan mungkin untuk mencari kenyamanan bersama yang baru.

Ketika bisikan cinta menyapa

Ada yang datang sebatas penasaran, setelah tau semua terasa membosankan baginya, dia berlalu pergi meninggalkan hati yang telah nyaman. Kemudian merasa kisah ini tak menarik lagi baginya, tak meminta pertanggung jawaban hanya saja setelah membuat nyaman, ada rasa lebih dia berlalu pergi, mungkin aku bukan akhir petualangannya. 

Menurut dia menantang

Ada yang datang sebatas tantangan,karena kata yang lain dia berbeda, susah ditaklukkan. Setelah mendapatkan entah mengapa bosan datang tanpa memberi kepastian dan menyalahkan.Hati yang telah nyaman harus diabaikan, karena dia akan meninggalkan dan membawa pergi kenyamanan yang pernah diberikan dulu, dan yang ditinggalkan harus siap menerima dan mengikhlaskan.

Ketika setia tak berarti

Anehnya yang siap menerima setelah tau kekurangan satu sama lain, mereka memilih melepaskan, seolah janji yang pernah dibuat tak berarti lagi, janji yang penuh kehampaan,rasa sakit,melepas dengan penuh keikhlasan, air mata, sesak didada. 

Anehnya yang tau kau telah menyelingkuhinya berulang-ulang kali, namun tetap memaafkanmu, menerima dengan utuh lagi. Kau sakiti dengan membuat luka yang sama terus- menerus seolah hatinya terbuat dari baja.

Jika saja cinta memang lebih dari dua insan, ada yang lain mengisi celah hati itu. Apakah pantas kau kuperjuangkan lagi?

Jika saja aku tak mencintaimu setulus hatiku, aku tak akan memilih bertahan sejauh ini bersamamu.

Sayangnya kadang memilih bertahan juga menyakitkan, melepaskan lebih meyesakkan. Kehilangan menyadarkan betapa pernah berartinya kebersamaan, rasa kasih sayang, ketika kita pernah saling memiliki.

Percayalah aku bukan manusia yang selalu teguh, kadang pertahananku hancur karenamu, sama saat aku mulai menumbuhkan rasa padamu. Saat itu satu-persatu keyakinanku mulai menumbuhkan rasa padamu, namun ada saat aku tak mampu menahan siksa batih darimu terus-menerus.

Ada kala benteng-benteng pertahananku benar-benar hancur, aku tertegun dan masih mengagumi caramu hingga mampu sampai pada zona amanku kacau balau, kadang aku melawan rasa tapi semua tak dapat aku pungkiri aku kalah untuk menang dami rasaku yang akhirnya harus aku lepaskan.

Aku tak sengaja pergi agar kau mengejar maupun mencariku, tepatnya aku ingin memulai lembaran baru yang namamu tak tertulis dilembaran itu lagi. Setidaknya perlahan aku mulai bisa mengikhlaskan, segala rasa yang pernah tumbuh begitu kuatkanya.

Aku tinggalkan luka itu, bersama segala kenangan-kenangan yang mengajarkan aku untuk lebih mengikhlaskan, melepaskan karena jika kau bukan utntukku seerat apapun aku berusaha menggenggam akhirnya genggamanku tak berarti apa-apa untukmu.

Sunday, February 11, 2018


Hujan, secangkir kopi, bayangan semu 
  
Chapter 1 ( hujan )

     Dalam hening malam kusetapaki bayangan masa-masa kelam itu,mungkin sudah saatnya aku mencoba buka hati yang pernah tersayat karena manisnya kata cinta. Dan kutemukan diriku dalam masa yang kelam itu yang terus menghantuiku dan menjadi bagian bayanganku melalui aroma hujan yang pernah menjadi bagian kenangan manis antara aku dan diriku yang lalu.


Mungkin saja dalam sesaat aku tenggelam lagi bersama aroma hujan kemasa dimana aku merasa saat ini ada pada masa itu bersamamu, berjalan sendiri dan mencoba bangkit dari masa kelam yang pernah menimpa jiwa dan ragaku seakan masih ada harapan adanya benih cinta yang baru tumbuh bersama siraman air hujan.


Tumbuh menghirup aroma hujan, cintaku terlalu berkeluh dengan masa lalu itu, mungkin karena kutanamkan benih harapan terlalu dalam, dan kini aku menemukan benih itu telah melewati beberapa musim tak juga tumbuh, namun aku menemukan diriku masih pada tempat yang sama dengan harapan yang keras, dan terdampar dimasa terburukku.


Sampai akhirnya aku menutup mata dan menghempaskan diriku sendiri pada sanadaran kursi kamar yang begitu senyap dan berlarut dalam kerinduan yang panjang. Mungkinkah aku bisa bangkit dalam kelamnya masa itu apakah ini hukuman ? aku jatuh cinta dan senandung hati tak bisa berdusta aku masih menyayangimu.


Alunan gitar selalu jadi penyejuk dalam kelamnya masa sendiri ini, kesendirian yang tersadar akan kehilanganmu, entah waktu tak ingin berhenti dan tak berpihak kepadaku, jalani semua kisah yang beruntun telah terukir dalam hari-hari yang telah tercipta oleh takdir.bagaiman harus aku akui bahwa kamu telah pergi,begitu damainya, ceria namun sosokku masih sama saja,dan tak ada lagi sosokmu yang melekat itu.

Akhir yang tercipta kita harus menjejaki setapak itu sendiri tanpa harus bergandengan lagi, asa tak mampu kutahan untuk kesekian kalinya, semua rasa tak bisa berakhir namun tetap mengganggu masaku kini, ku tepuk dadaku dengan isak tangis yang berkepanjangan, memohon pada sedih ini untuk tak menghantuiku lagi.


Entahlah rasa penat karena merindu yang berkepanjangan ini hanya dapat kuwakilkan dengan air mata yang deras setiap malamnya, bertanya dimanakah sosok manismu saat itu ? selalu saja ada emosi yang berkepanjangan membaur bersama tangisku, tanda tanya akan kemana perginya sosokmu yang lembut itu, kumerindu sampai nafas ini terisak-isak. Amarah bercampur cinta yang mendalam membaur dan melebur menjadi satu dalam senyap berkepanjangan.


Ketika ragaku bersimpah memeluk diri sendiri, kaupun pernah menjadi inspirasiku, membuat aku melihat cinta dari sisi lain, memberi kekuatan yang bertabur cinta, mendukungku menjadi lebih baik. Lalu kenapa kini pergi meninggalkan aku dalam senyap ini, ketika kau beri kebahagiaan yang datangnya dari rasa kenyamanan.


Dalam kensunyian ini petikan gitar aku gambarkan kerasnya aku pernah mencintaimu, mengenang dalam isakan tangis kusampaikan dalam laguku.dalam hati selalu bersenandung apa salahku, kau tinggalkan aku dalam diam, lirih dan piluh hatiku memanggil namamu dalam tiap petikan gitarku, mengambarkan aku sangat merindu walaupun aku tau kau adalah sosok yang selalu berhianat.


Dia dusta dariku, cintaku sangat tulus padamu apalah arti semua jika hatimu tak sama, tapi aku masih berharap berulang kali kau akan kembali, walau dirimu tak mengerti untuk saat ini,namun pertanyaan itu kembali kepadaku sampai kapan aku akan bertahan dalam kisah ini? Atau mungkin harus aku akhiri semua harapan ini dalam kesendirian saja.


Kisah yang hanya yang aku diami sendiri, berpihak sendiri, menatap dari jendela kamar, hujan belum juga reda, aku terlahir untuk cinta yang dunia saat ini masih mengujiku, dalam hidupku banyak ketidak sempurnaan, apakah itu yang membuatmu pergi dariku, tanpa kata permisi, dan mendiami dunia lain, bersama dia yang dapat membuatmu bahagia, sebenarnya dimanakah dirimu ?


Tanpa kabar, menghilang begitu saja, aku masih berharap dan menunggumu?


Berharap mengukir cerita yang sangat indah

Aku menunggumu dan masih saja menunggu sosokmu menghampiriku?

Aku merindukanmu dengan segenap hatiku

Dia yang pernah mengisi hati hampir sepenuhnya




Contoh